
Dispusip Batam – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Batam menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kota Batam, Rabu (25/02). Pertemuan strategis ini difokuskan untuk memperkuat peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai ujung tombak sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat sekaligus memastikan legalitas lembaga melalui pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Rapat yang berlangsung komunikatif ini menjadi wadah bagi para penggiat literasi untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta menyampaikan kesan dan saran demi kemajuan ekosistem perpustakaan di Kota Batam.
Kepala Dispusip Kota Batam, Herman Rozie, dalam arahannya menekankan bahwa TBM memiliki posisi vital dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat, terutama di wilayah pemukiman yang jauh dari perpustakaan umum.

“TBM bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat peradaban di tingkat akar rumput. Melalui rapat koordinasi ini, kita ingin menyamakan persepsi agar TBM dapat bertransformasi menjadi sumber ilmu yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan warga Batam saat ini,” ujar Herman Rozie.
Selain membahas peran strategis, agenda utama dalam rapat ini adalah sosialisasi mengenai pentingnya Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Dispusip Batam berkomitmen memfasilitasi seluruh TBM agar terdata secara resmi di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.
“Kepemilikan NPP adalah bentuk legalitas resmi dari negara. Dengan memiliki NPP, TBM akan lebih mudah dalam mengakses pembinaan, bantuan koleksi, hingga pengakuan secara nasional. Kami akan mendampingi proses pendaftarannya agar seluruh TBM di Batam terstandarisasi dan diakui oleh Perpusnas RI,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, para pengurus TBM menyambut baik inisiatif ini. Beberapa pengelola menyampaikan keberhasilan program di wilayah masing-masing, sementara yang lain memberikan masukan terkait inovasi layanan yang bisa dikolaborasikan dengan Dispusip.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat melahirkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan komunitas literasi. Dengan TBM yang terakreditasi dan memiliki NPP, cita-cita mewujudkan Batam sebagai Kota Literasi yang gemilang akan semakin cepat terealisasi.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk melakukan pemutakhiran data TBM dan percepatan administrasi pendaftaran NPP bagi perpustakaan masyarakat yang belum terdaftar.