Peran Ibu sebagai Jantung Literasi Keluarga
Menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah, melainkan harus dimulai dari ruang keluarga dengan figur ibu sebagai penggerak utamanya. Untuk mendekatkan akses bahan bacaan yang berkualitas, layanan Perpustakaan Keliling hadir menyapa warga secara langsung, contohnya melalui kegiatan di dua titik lokasi Batu Aji, yakni Posyandu Rosela dan TK Bintang Pertiwi.
Kegiatan di dua tempat ini merupakan upaya untuk menjangkau kelompok sasaran yang paling krusial dalam ekosistem literasi dini: para ibu balita dan anak-anak usia prasekolah.
Hadir di Tengah Layanan Posyandu Rosela


Senin (03/08) pagi itu, suasana halaman balai Posyandu Rosela, Batu Aji, sedikit berbeda. Di tengah kesibukan para ibu yang membawa balita mereka untuk melakukan penimbangan rutin, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang, tampak sebuah mobil perpustakaan keliling yang terparkir menghadirkan ratusan jendela dunia yang siap dieksplorasi lewat lembar-lembar bacaan.
Kehadiran layanan perpustakaan keliling ini memberikan warna tersendiri dan seketika mencairkan suasana. Sambil menunggu giliran panggilan pemeriksaan kesehatan anak, para ibu memanfaatkan waktu luang dengan melihat-lihat ragam buku cerita yang tersaji.

Momentum ini tidak disia-siakan oleh petugas untuk memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya mengenalkan buku sejak bayi. Para ibu diajak menjadikan aktivitas membaca sebagai rutinitas hangat di rumah, sebagai langkah preventif paling ampuh untuk mengalihkan anak dari kecanduan gawai.
Menyapa Dunia Literasi Bersama TK Bintang Pertiwi



Rabu pagi (12/08), teras TK Bintang Pertiwi tampak semarak dipadati para guru, siswa-siswi, serta para ibu yang hadir mengikuti kegiatan literasi: membaca bersama orang tua. Di sini, suasana berubah menjadi ceria dan penuh warna dengan hadirnya mobil layanan perpustakaan keliling.


​Dipandu langsung oleh para guru, anak-anak diajak larut dalam keseruan membaca bersama serta permainan interaktif menggunakan buku-buku bergambar yang menarik. Kegiatan ini bertujuan merangsang imajinasi anak, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan kecintaan pada buku sejak usia dini.


Tidak hanya fokus pada anak, para ibu yang turut mendampingi juga mendapatkan pembekalan bermakna mengenai peran mereka dalam membangun kebiasaan membaca di rumah. Para ibu diajak untuk pintar membagi waktu serta menjadikan momen mendampingi buah hati belajar dan membaca sebagai sarana mempererat ikatan emosional yang hangat dan menyenangkan.

Dengan mengoptimalkan peran ibu sebagai motor penggerak literasi keluarga, diharapkan tingkat literasi masyarakat dapat meningkat secara signifikan dari akar rumput, melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, dan cinta membaca.
(ms)
