
Dispusip Batam — Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mematangkan langkah menuju tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Batam, Pemko Batam sukses menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberkasan Arsip pada Aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) di lingkungan Pemerintah Kota Batam pada Senin, 16 Juni 2026.
Acara yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Batam yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setdako Batam, Bapak Heriman, H.K.

Turut hadir Kepala Dispusip Kota Bataam, Herman Rozie, dalam melaporkan kegiatan beliau juga menekankan bahwa di era digital saat ini, inovasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi setiap perangkat daerah. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi SRIKANDI menjadi instrumen krusial dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan (good and clean governance).
“Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pemahaman teknis yang komprehensif. Mulai dari standardisasi pemberkasan, retensi arsip, hingga pengamanan dokumen negara berbasis elektronik. Ini adalah langkah nyata kita untuk mengamankan aset informasi daerah,” ujar Herman Rozie dalam laporannya.


Penguatan Kapasitas Teknis ASN
Melalui bimbingan teknis ini, para aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi peserta dibekali dengan kemampuan praktis yang mengacu pada standar nasional. Fokus utama pelatihan ini meliputi tiga aspek krusial digitalisasi arsip:
- Penginputan Data: Memastikan setiap dokumen dinas tercatat dengan akurat dalam sistem.
- Pengelompokan (Kategorisasi): Mempermudah sistem pencarian dokumen agar lebih cepat dan efisien.
- Pemberkasan Digital: Mengorganisasi arsip elektronik secara sistematis guna mendukung keamanan data negara.

Dengan implementasi aplikasi SRIKANDI yang terintegrasi secara nasional ini, diharapkan manajemen administrasi dan kearsipan di lingkungan Pemerintah Kota Batam tidak hanya menjadi lebih cepat dan ramah lingkungan (paperless), tetapi juga memiliki proteksi keamanan yang tinggi terhadap dokumen-dokumen penting negara.
(fh)