
Dispusip Batam – Dalam upaya mempercepat peningkatan indeks literasi masyarakat dan memperluas jaringan kolaborasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Batam menerima kunjungan audiensi sekaligus silaturahmi dari para pegiat literasi di Ruang Kerja Kepala Dinas, Selasa (2/6/2026).
Hadir dalam pertemuan strategis tersebut Rita Fatimah selaku Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Batam, yang didampingi langsung oleh Imelda selaku Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kota Batam.
Kunjungan hangat ini disambut dan diterima langsung oleh Kepala Dispusip Kota Batam, Dr. Herman Rozie, S.STP., M.Si., dengan didampingi oleh jajaran pejabat struktural dan Fungsional Dispusip, di antaranya Bapak Sonny dan Ibu Sapariah. Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut menjadi ruang diskusi produktif untuk membedah tantangan sekaligus peluang pengembangan literasi di lapangan.
Gagas Sinergi dan Kolaborasi Program Kerja
Pertemuan ini berfokus pada pembahasan berbagai peluang sinergi lintas sektor, terutama dalam penguatan budaya baca di tingkat akar rumput (grassroots). Melalui wadah kolaborasi ini, Dispusip bersama RELIMA Perpusnas RI dan Forum TBM Kota Batam berkomitmen untuk menyelaraskan program-program strategis, seperti optimalisasi pemanfaatan bahan bacaan, pengaktifan sudut-sudut baca di pemukiman warga, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis literasi (inklusif).
Kepala Dispusip Kota Batam, Herman Rozie, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan inisiatif nyata yang selama ini telah ditunjukkan oleh para relawan dan pengelola TBM mandiri di Kota Batam.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun budaya literasi. Kehadiran relawan seperti RELIMA dan penggerak TBM adalah mitra strategis utama kami. Mereka adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem membaca yang hidup dan berkelanjutan,” ujar Herman Rozie.
Mewujudkan Masyarakat Batam yang Berpengetahuan dan Berdaya Saing

Pihak RELIMA Perpusnas RI Lokus Batam dan TBM Kota Batam juga menyambut baik keterbukaan Dispusip yang terus memberikan ruang bagi para pegiat literasi untuk ikut andil dalam program-program kedinasan. Sinergi ini diharapkan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini minim akses terhadap buku atau perpustakaan digital.
Melalui momentum silaturahmi ini, Dispusip Kota Batam berharap gerak bersama ini dapat melahirkan inovasi-inovasi baru di bidang literasi yang inklusif, di mana perpustakaan dan taman bacaan tidak hanya sekadar tempat meminjam buku, melainkan menjadi pusat kegiatan serta transformasi ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan masyarakat Batam.
Dengan semangat kebersamaan ini, mari bahu-membahu membangun ekosistem literasi di Kota Batam yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk mewujudkan Batam sebagai Kota Literat.
(fh)